Awal Filsafat Islam




            Pada awal mulanya, para ahli filsafat cukup ramai dalam memperdebatkan polemik seputar penamaan filsafat Islam. Sebagian filsuf memberi nama Filsafat Arab. Kemudian ada juga yang memberi nama Filsafat Islam. Berangkat dari dua penamaan tersebut, terjadi ketimpangan yang mengungkapkan ketidak adilan terhadap para filsuf non arab dan para filsuf non islam. Pada dasarnya penyebutan Filsafat arab dianggap mengandung substansi budaya arab, bangsa arab dan masyarakat yang berbahasa arab. Sehingga adanya kehawatiran jika tetap menggunakan kata Filsafat Arab akan timbul indikasi memarjinalkan para filsuf non arab, sepertihalnya yang berasal dari yunani. Sedang penyebutan Filsafat islam merujuk pada indikasi “ Muslimin” Orang-orang yang beragama islam, tinggal dinegara islam dan islam sebagai peradaban. Akan tetapi pada kenyataannya para filsub non islam pun tidak dapat dinafikan bahwa mreka mempunyai andil yang besar dalam memberikan kontribusi terhadap kemajuan filsafat islam.
            Menanggapi polemik tersebut seorang pakar filsafat yang berasal dari kaum orientalis mencoba menengah-nengahi dengan argumennya” Filsafat islam buakn berarti filsafat yang hanya dikonsumsi dan di produksi dari islam, akan tetapi dapat di artikan filsafat dalam dunia islam.” Sehingga dengan definisi tersebut tidak memarjinalkan para filsof non arab ataupun non Islam.
            Dalam redaksinya penulis mencoba memberi sebuah analogi mengenai keurjenan filsafat dengan contoh sebuah kompas yang memberi arah terhadap kapal dan pesawat. Tanpa kompas kapal atau pesawat memang masih tetap dapat melaju tapi laju kapal tidak akan  terarah dan sulit menentukan arah yang di tuju. Dari contoh tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kompas sangatlah berarti tapi dengan tidak adanya kompas kehidupan ini tidak serta merta terhenti siklusnya hanya berhenti arahnya.
            Pembahasan berikutnya penulis mencoba memetakan tentang perbedaan Filsafat Islam, Ilmu Kalam, Ilmu Pengetahuan Dan tasawwuf. Pada dasarnya ke empat item tersebut secara sekilas memang terlihat sama akan tetapi ketika kita menelisik secara telili jelas berbeda. Baik dalam segi teorinya, objeknya bahkan pendalaman keilmuannya, kesemuannya jelas terlihat perbedaannya.
            Filsafat lebih menitik beratkan objeknya pada wilayah logika sepertihalnya idealism dan realism, sebagai bentuk penalaran guna memperoleh kebenaran yang nyata. Sedangkan ilmu kalam meskipun sama mencari kebenaran akan tetapi konteksnya lebih sempit karena terbentur  oleh term agama. Beranjak mengenai ilmu pengetahuan mengalir setelah adanya ilmu filsafat. Untuk memahami ilmu filsafat diperlukan memahami segala bentuk disiplin ilmu terlebih dahulu. Berikutnya ilmu tasawwuf jelas berbeda karena objek dari ilmu tasawwuf adalah ruhani atau jiwa sedang ilmu filsafat adalah indrawi. Terakhir ilmu fiqh membatasi dirinya dengan dalil-dalil yang merujuk pada Al-Qur’an, hadits, ijma dan qias.Sehingga corak pemikiran yang ada pada fiqih, hanya berkecimbung seputar syara’ dan kalaupun menggunakan logika tetap saja mengacu pada rujukan tersebut.

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © berbagi cerita. Designed by OddThemes